AIDS Papua (3)

3023. Itu adalah jumlah kasus HIV/AIDS di Papua per 31 Desember 2006 yang dikeluarkan Subdin BPP dan PL Dinas Kesehatan Provinsi Papua. Daerah paling banyak adalah Kabupaten Mimika, kemudian Merauke, dan Jayapura. Faktor resiko paling besar adalah heteroseks sebanyak 2843 kasus.


Selalu menarik mendengar cerita-cerita pengalaman lapangan. Dari DLO saya mendapati bahwa problem program promosi kesehatan seksual/HIV AIDS jauh lebih rumit dari yang saya bayangkan.

Membuat warga bicara tentang dirinya sendiri saja sudah sangat sulit. Apalagi kalau harus membicarakan HIV/AIDS! Jauh lebih penting membuat mereka bicara, tentang apa saja, tentang hidup dan masalah keseharian mereka daripada harus mencekoki mereka dengan 13 materi promosi kesehatan seksual yang entah darimana datangnya.

Saya kira inilah dilema apapun program pembangunan masyarakat. Menangani satu program tidak berarti apa-apa, karena program itu cuma menjadi kunci yang membuka gambaran bahwa di hadapan kita terbentang masalah lain yang bertumpuk-tumpuk. Kita tidak pernah menyelesaikan masalah. Pekerjaan kita cuma menenteng-nenteng kunci.

Pada situasi seperti itu, mengejar kualitas jauh lebih penting daripada menomorsatukan jumlah. Mungkin program harus dirapikan. Lebih baik menangani satu dua tiga distrik dengan intervensi yang kuat dan intens, daripada mengejar puluhan distrik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s