Surat Terbuka untuk Warga Jakarta yang Doyan Piknik ke Bandung

Bapak, ibu, om dan tante yang baik.

Terima kasih sudah mengunjungi kota kami. Anda sudah bersedia menginap, berburu aneka barang bagus murah di ratusan factory outlet dan distro, mencicipi aneka kuliner khas Sunda, atau sekedar menghirup hawa Bandung yang sebenarnya sudah tidak sejuk lagi.

Ketika dibangun pada masa penjajahan Belanda dulu, Bandung tidak didesain sebagai kota jasa dan perdagangan. Melainkan kota tempat istirahat dan tetirah. Anda bisa melihat salah satu bukti kecilnya sampai hari ini: jalan-jalan yang pendek, sempit, banyak kelokan dan perempatan.

Mobil Anda bagus-bagus. Itu salah satu pertanda bahwa Anda adalah pemuja kecepatan. Jalan sempit banyak kelokan seperti di Bandung itu jelas bukan medan yang nyaman. Di jalan protokol sekalipun, Anda tak bisa leluasa memacu mobil lebih dari 30 km/jam. Jangan ceritakan kepada saya berapa kali Anda tersesat meskipun sudah berkali-kali datang ke kota ini. Arah dan nama jalan di sini memang susah sekali dihafal.

Hari-hari ini situasi jalanan di Bandung makin tidak nyaman, untuk Anda, juga buat warga Bandung sendiri. Dua tiga tahun terakhir ini, setiap akhir pekan, umumnya warga Bandung lebih banyak menghabiskan waktu dengan nongkrong di rumah. Kendaraan Anda yang nyaris memenuhi jalanan membuat mereka merasa pengap dan enggan keluar rumah.

Tapi Anda bisa keluar dari situasi itu. Saran saya, jika Anda pergi ke Bandung lagi, bawalah sepeda. Di akhir minggu di kota ini, mobil bagus Anda tak banyak berguna. Mobil Anda hanya akan jadi bahan tertawaan anak-anak jalanan, para pejalan kaki, para pesepeda. “Mobil bagus kok larinya seperti unta bodoh, tak lebih cepat dari sepeda federal bergigi satu milik Mang Oyo, penjual siomay keliling”. Begitu katanya.

Jadi, titipkan saja mobil Anda di parkiran hotel. Nikmati jalan-jalan sempit dan berkelok penuh pepohonan itu dengan sepeda. Lagian jarak antara hotel dan pusat-pusat belanja atau factory outlet rata-rata tak lebih dari empat kilometer.

One thought on “Surat Terbuka untuk Warga Jakarta yang Doyan Piknik ke Bandung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s