Creative Writing Workshop

Anda Aktivis, Bukan Perajin Laporan

Saya meyakini bahwa menulis pengalaman, baik keberhasilan maupun kegagalan, mendokumentasikan proses dan metodologi, adalah tahapan penting dalam siklus program pengembangan masyarakat.

Dokumentasi bukan sekedar laporan bahwa suatu program telah dilakukan. Lebih dari itu, dokumentasi memungkinkan sebuah praktik dan wacana pengembangan masyarakat dapat dipertukarkan secara literat. Dokumentasi tertulis adalah ruang dan sumber belajar, juga simbol pertanggungjawaban publik tentang kerja-kerja kemasyarakatan.

Tetapi, saya mengamati lembaga dan praktisi program pengembangan masyarakat, pemerintah maupun nonpemerintah, masih memandang pendokumentasian, apalagi dokumentasi tertulis, sebagai kegiatan yang kurang menggairahkan.

Rendahnya budaya menulis di kalangan praktisi adalah penyebab kunci. Itu sebabnya rata-rata lembaga miskin dokumentasi, meskipun pengalaman mereka melimpah. Kalaupun ada, dokumentasi yang disusun cenderung kurang komunikatif: susunan kalimat tidak efektif, diksi dan pilihan kata terbatas, koherensi yang rendah baik antar setiap bagian tulisan, serta gaya bahasa dan citarasa kalimat yang kering.

Percayakan Kepada Saya

Jika Anda punya masalah semacam itu, cobalah pertimbangkan saran dan tawaran saya. Tetaplah bekerja bersama komunitas dampingan Anda, perkuat dan terus berdayakan mereka. Jangan pecahkan konsentrasi Anda dengan memikirkan bagaimana mendokumentasikannya. Percayakan pekerjaan itu kepada saya.

Saya akan membuat serpihan aktivitas lembaga Anda menjadi dokumentasi tertulis yang tidak hanya rapi, tetapi juga padat berisi dan sistematis pada setiap bagiannya.

Saya Melayani Anda untuk…

(1) Fasilitasi Workshop dan Pelatihan Penulisan

Saya berkubang cukup lama dengan rupa-rupa workshop dan pelatihan penulisan, utamanya untuk aktivis-aktivis LSM di banyak tempat. Baik sebagai narasumber, fasilitator, hingga perancang kurikulum. Antara lain

  • Pelatihan “Penulisan dan Dokumentasi Pengalaman LSM Mitra Konsorsium Pengembangan Masyarakat Nusa Tenggara”, Bali 2001
  • Pelatihan “Penulisan Dokumen Program Pengembangan Masyarakat“, Studio Driya Media, Bandung, 2003
  • Pelatihan “Penulisan Dokumen Program untuk World Neighbors“, Bandung, 2003
  • Pelatihan “Penulisan Buku untuk Program Protection Tropical Forest Through Ecological of Marginal Lands” Care International Central Sulawesi, Palu, 2005
  • Pelatihan “Penulisan Populer untuk Program Pengelolaan Sumberdaya Alam” Tropenbos, Bandung, 2006
  • Pelatihan “Penulisan Feature untuk Pusat Informasi Nusa Tenggara“, Studio Driya Media Kupang-MFP-DFID, Kupang, 2006
  • Pelatihan “Penulisan Ilmiah Populer untuk Program Pengelolaan Sumberdaya Alam Berbasis Masyarakat“, Transform, Mataram, 2006
  • Pelatihan “Penulisan Populer Program Restorative Justice untuk Mitra Save the Children”, Lembaga Advokasi Hak Anak, Bandung 2007
  • Pelatihan “Penulisan Artikel di Media Massa untuk Program Pengelolaan Kolaboratif Kawasan Mutis Timau Nusa Tenggara Timur“, Studio Driya Media, Kupang, 2007

(2) Penulisan dan Penyuntingan Dokumen Program

Berikut adalah beberapa buku yang saya tulis dan sunting selama kurun waktu 2001-2007:

  • Penulis naskah Buklet Seri Demokrasi Desa 1. “Membangun Demokrasi, Menjemput Otonomi : Pembentukan Pemerintahan Desa yang Demokratis” (Studio Driya Media-Sistem Hutan Kemasyarakatan-Pemda Kutai Barat, 2001)
  • Penulis buklet Seri Demokrasi Kampung 2. “Mendayagunakan Otonomi Daerah: Membangun Desa yang Demokratis”, (Studio Driya Media – KPMNT, 2002)
  • Penulis naskah dan skenario TV Talkshow “Children in Needs of Special Protection/Cerita Kehidupan Anak yang Terpinggirkan” (Ford Foundation – Yayasan Anak Merdeka – Rumah Musik Harry Roesli- Studio Driya Media – Yayasan Bahtera, 1999)
  • Penulis dan penyunting buku “Membangun Masyarakat Pembelajar: Panduan Metodologi Pendidikan Nonformal bagi Fasilitator Lapangan” (Studio Driya Media-Direktorat Jenderal Pendidikan Luar Sekolah dan Pemuda-ACCU-UNESCO Jakarta, 2003)
  • Penulis dan Penyunting modul “Membangun Tanggung-gugat Tata Pemerintahan Desa: Kumpulan Modul Pelatihan Penyusunan APBDes Partisipatif” (Ford Foundation-FPPM-FPPD), Agustus 2004
  • Penulis “Leuweung Hejo, Rakyat Ngejo: Rekaman Proses Pemetaan Partisipatif dan Dialog atas Sengketa Hutan dalam Program Rehabilitasi Hulu Sungai Citarum“, Perhutani KPH Bandung Selatan, Agustus 2004
  • Anggota Tim Penyunting Buku “Kesaksian Harry Roesli 1951 – 2004“, DKSB Press, September 2004
  • Penulis “Bersama Masyarakat Membangun Generasi Sehat: Refleksi 7 Tahun Pengalaman Program Plan International di Bogor“, Jakarta 2005
  • Penyunting Buku “Membangun Strategi Kolaborasi Pengelolaan Kawasan Tambora” World Neighbors, Ubud, 2005
  • Penyunting Buku “Perempuan dan Konservasi“, Care International Indonesia Central Sulawesi, 2005
  • Penyunting Buku “Membangun Desa Berwawasan Konservasi“, Care International Indonesia Central Sulawesi, 2005
  • Penyunting Buku “Fuya: Menggali Budaya Konservasi dari Tradisi Kain Kulit Kayu di Kawasan Taman Nasional Lore Lindu Sulawesi Tengah“, Care International Indonesaia Central Sulawesi, 2005
  • Penyunting Buku “Kumpulan Modul Pelatihan Penyusunan Perdes PSDA di Kawasan Taman Nasional Lore Lindu“, Care International Indonesaia Central Sulawesi, 2005
  • Penyunting Buku “Membangun Pijakan Bersama dalam Pengelolaan Sumberdaya Alam“, Care International Indonesaia Central Sulawesi, 2005
  • Penyunting Buku “Sando dan Tradisi Pengobatan Tradisional di Sulawesi Tengah”, Care International Indonesia Central Sulawesi, 2005
  • Penyunting Buku “Menyemai Benih Pembangunan Berkelanjutan: Prakarsa Pengelolaan Sumberdaya Alam Berbasis Masyarakat di Sumba dan Flores”. Ford Foundation, World Neighbors, 2006
  • Penyunting Buku “Membangun Ruang Publik, Memperdalam Demokrasi”, Ford Foundation – FPPM, 2007
  • Anggota Tim Penulis Serial Buku Panduan untuk Fasilitator Program Infomobilisasi yaitu Buku “Memberdayakan Masyarakat dengan Mendayagunakan Telecenter”, “Teknik Fasilitasi Partisipatif Pendampingan Masyarakat”, dan “Mengembangkan Media Komunikasi Berbasis Masyarakat”. UNDP-Bappenas RI, 2007
  • Anggota Tim Penulis dan Penyunting “Jalan Panjang Mengubah Kebijakan Publik: Bunga Rampai Pengalaman Advokasi”, 2009, FPPM-DRSP-USAID

(3) Penulisan, Penyuntingan dan Pengelolaan Media Internal

Pengalaman jurnalistik yang saya miliki semasa menjadi aktivis pers mahasiswa dulu, mengantarkan saya kepada beberapa pekerjaan pengelolaan media internal. Media-media internal yang pernah saya kelola, antara lain

  • Redaktur Pelaksana Jurnal “Trend Komunikasi”, Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Bandung, 1997-2002
  • Redaktur Pelaksana Jurnal Partisipasi “Lesung”, Ford-Foundation-FPPM, 2006

Sesekali saya masih menulis untuk koran, terutama kalau ada soal yang begitu menggelisahkan pikiran. Beberapa artikel terakhir, diantaranya “Mencemaskan Iklan Pendidikan” (Kompas, 14/1/08 http://www.kompascetak.com/kompascetak/0801/14/humaniora/4164664.htm), “Rehabilitasi DAS Citarum” (Kompas, 24/05/07, http://64.203.71.11/kompascetak/0705/24/Jabar/22230.htm), “Pendidikan Lingkungan Hidup Kota Bandung, Untuk Apa?” (Kompas, 08/02/07 http://www.kompas.com/kompas-cetak/0702/08/Jabar/10080.htm). Kadang-kadang, saya tulis juga review buku, misalnya ini: http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0401/11/pustaka/793211.htm

Sedikit tentang Saya

Saya alumnus IKIP Bandung, lulus tahun 1995. Tapi sungguh, saya tak patut menjadi guru. Sewaktu kuliah, saya lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengurus pers mahasiswa, training pers di sana-sini, meliput, dan memimpin redaksi ISOLA POS -koran kampus yang terbit waktu itu. Farid Gaban dan Bambang Bujono – untuk menyebut beberapa redaktur Majalah TEMPO adalah beberapa orang yang mengilhami saya menulis.

Selama 2-3 tahun saya membiayai kuliah dengan honor menulis di koran. Pikiran Rakyat Bandung, Bandung Pos, Media Indonesia, Republika, dan Kompas, adalah beberapa koran yang pernah memuat tulisan dan membiayai kuliah saya waktu itu. Saya menyimpan dengan rapi tulisan-tulisan lama itu. Sebagai kenang-kenangan.

Lulus dari IKIP Bandung, saya sempat selama 4 tahun mengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Bandung. Dua tahun menangani program anak jalanan bersama seniman Harry Roesli (alm). Kemudian terdampar selama 5 tahun di Studio Driya Media.

Saya memandang menulis sebagai cara belajar. Saya tidak biasa belajar dengan cara berlama-lama membaca. Kecuali buku yang benar-benar menarik, saya biasa membaca sambil lalu. Saya merasa lebih memahami sebuah persoalan dengan cara menuliskannya. Saya baru tahu bahwa Ali bin Abi Thalib, sahabat nabi dalam agama saya, konon pernah bilang begini: “ikatlah ilmu dengan cara menuliskannya”. Saya berfikir, benar juga dia.

Jadi ketika Anda memberi saya pekerjaan menulis, sebenarnya saya memandang Anda sedang memberi saya kesempatan belajar sesuatu yang baru. Itu sebabnya saya biasanya selalu menulis dengan rasa bahagia dan bergairah. Mungkin karena gairah itu juga, orang sering bilang tulisan saya punya passion dan menggugah. Ah… yang bener aja

Sebenarnya begini. Saya besar dalam kultur menulis di koran. Dulu sering saya terjebak dalam situasi: “jangan pernah menulis buruk karena tulisanmu nggak akan dimuat di koran, dan kamu nggak akan bisa bayar uang kuliah”. Anda tahu bahwa salah membuat judul saja, atau keliru meletakkan titik dan koma, redaktur koran segera akan membuang tulisan ke tempat sampah.

Redaktur tak punya waktu untuk tulisan buruk atau tulisan yang masih harus disunting. Karena itu saya biasa menulis dengan kaidah jurnalistik sesuai selera mereka: lugas, sederhana, tidak membosankan bagi yang sudah tahu, dan tidak membingungkan bagi yang belum tahu. Dan biasanya kita selalu tergugah dengan hal-hal yang sederhana, bukan? Itu saja sebenarnya.

19 thoughts on “Creative Writing Workshop

  1. cara anda menuliskan informasi diri menarik hati saya untuk mengenal lebih jauh. saya berharap bisa mendapatkan atau membeli beberapa buku anda untuk melihat bagaimana anda menuangkan gagasan lisan atau pikiran dalam bentuk tulis.

  2. terima kasih banyak, Anda sudah mampir. tidak semua buku atau tulisan itu saya punya koleksinya. hanya ada beberapa yang tersimpan di rak buku saya. buku atau tulisan mana yang Anda inginkan? rata-rata buku itu, setahu saya, tidak dijual karena untuk kepentingan LSM. tapi kalau Anda perlu, mungkin saya bisa mencarinya di kantor saya dan beberapa LSM tempat saya mendapat order pekerjaan menulis/menyunting itu.

    blog ini, meskipun tidak seluruhnya, bolehlah disebut sebagai representasi saya, termasuk dalam hal mengungkapkan pikiran secara tertulis.

  3. hallo…..

    Saya Johan dari UKSW Salatiga, kami berencana mengadakan pelatihan tentang Creative Writing. Kira-kira dalam 2-3 bulan kedepan (s/d September) pak Dwi ada waktu? Terus bagaimana cara/mekanisme untuk mengundang bapak?

    Terima kasih

  4. Kumaha kang….
    Buku tentang tasik sudah berez.., udah gak sabar nih pengen miliki & baca euy…
    Temen2 LSM di tasik juga banyak yang nanya

  5. Belakang ini saya mencoba mengekspresikan pemikiran dan pengalaman hidup saya dalam bentuk tulisan melaui blog….Namun belum merasa PeDe untuk mengirim sebuah artikelpun ke media cetak….Kapan-kapan saya ingin ikut pelatihan menulis Kreatif…iraha tah…?

  6. terima kasih bang joko atas tulisannya yang telah lebih memperlebar ruang wawasan berpikir kami, banyak pesan pembangunan yang disampaikan oleh pemerintah maupun swasta melalui rangkaian tulisan dan gambar tidak dapat dan sulit diartikan karena mengunakan banyak peristilahaan intelektual.
    Pesan yang disampaikan oleh penulis justru menginginkan justifikasi bahwa dia merupakan orang terpelajar dan berkelas, kurang memperdulikan substansi tulisan bisa diartikan secara benar atau tidak oleh si pembaca terutama masyarakat pedalaman di KAlbar.
    Alangkah baiknya disini dibentuk sebuah lembaga NGO yang dapat memfasilitasi mekanisme penginformasian pesan pembangunan sehingga lebih komunikatif antara pemerintah dan swasta dengan masyarakat.
    Kita akan sangat berterima kasih jika bang joko dapat memberikan saran melalui pemikiran dan pengalaman yang dimiliki.

  7. menulislah karena hati. pikiran kadang menipu kebenaran, seperti mata menipu kenyataan. alirkan hidup seperti arus klawing. jangan dibendung seperti tanjlig, hanya akan mengendapkan lumpur. ini yang membuat “kali ilang kedunge”, hati kehilangan kedalaman. teruslah menulis ….. anaku karena hati.

  8. Blog yang menarik…kebetulan lagi hunting Blog yg banyak menggeluti ttg comdev, akhirnya bertemu dengan Blog bapak…

    kebetulan lagi, saya juga sedang mencoba mendokumentasikan pengalaman dan proses belajar sy di lapangan terkait comdev di blog saya….yah, walau belum sehebat dan sekeren bapak ^^, setidaknya harus berani mencoba…ide ini datang setelah membaca bukunya Renal Khasali Myelin….

    yuliku.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s